Jakarta, Motoris – PT Kia Sales Indonesia siap memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai panggung utama untuk memperkenalkan lini produk terbarunya. Salah satu model yang paling dinanti adalah Kia Seltos, sebuah SUV kompak yang akan terjun ke segmen dengan tingkat kompetisi yang semakin sengit di tanah air.
Meskipun pasar SUV saat ini mulai disesaki oleh berbagai pemain baru termasuk model berteknologi hybrid, pabrikan asal Korea Selatan tersebut menyatakan tetap optimistis dengan Kia Seltos. VP Operations Kia Sales Indonesia Harry Yanto mengungkapkan bahwa respons awal masyarakat terhadap desain Seltos menjadi modal yang sangat positif sebelum peluncuran resminya dilakukan.
“Kalau dibilang optimistis, ya kita lihat beberapa komentar dari rekan-rekan, semua berkomentar bahwa secara desain KIA Seltos itu bagus. Cuma mereka memang masih menunggu dari sisi harga,” ujar Harry, Senin (20/7/2026).
Harry mengakui bahwa kehadiran kendaraan hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar menjadi tantangan tersendiri. Namun dia menilai preferensi konsumen di kota-kota besar Indonesia masih sangat dinamis. Kia tetap percaya diri bahwa Seltos memiliki daya saing tinggi berkat perpaduan desain modern dan fitur yang mumpuni.
Optimisme ini juga diperkuat oleh catatan impresif Seltos di pasar internasional. Data internal menunjukkan penjualan global model ini mencapai sekitar 175 ribu unit sepanjang semester pertama tahun ini dengan rata-rata penjualan 35 ribu unit per bulan. India tercatat sebagai pasar terbesar bagi Seltos karena karakter pasarnya yang menyerupai Indonesia.
“Paling banyak saat ini kalau saya bisa lihat itu dari India. Karena kalau di Korea sendiri, segmen mereka bukan kelas Seltos, sudah di atasnya seperti Sorento atau Sportage. Negara maju cenderung memilih mobil yang lebih besar,” jelas Harry.
Untuk pasar domestik, Kia memastikan bahwa Seltos masih didatangkan secara utuh atau CBU dari fasilitas produksi mereka di India. Menariknya, di tengah gempuran merek otomotif baru terutama asal China yang menawarkan harga miring, Kia memilih untuk tidak ikut dalam perang harga.
Strategi perusahaan kini lebih difokuskan pada peningkatan kualitas produk melalui standar Initial Quality Study. Berdasarkan riset JD Power, Kia kerap mencatatkan hasil terbaik dalam aspek kualitas awal kendaraan dengan tingkat keluhan pelanggan yang sangat rendah.
“Kalau main harga, kita tidak bisa. Fokusnya KIA adalah bagaimana memberikan kualitas sebuah kendaraan dari sisi kenyamanan, performa, dan kelegaan. Kita coba memberikan yang lebih di situ,” pungkas Harry.










