Jakarta, Motoris – Rencana pemerintah untuk kembali mengucurkan insentif pembelian sepeda motor listrik pada September 2026 mendapat catatan kritis dari pelaku industri. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia atau AISMOLI menekankan bahwa subsidi seharusnya hanya menjadi pemicu awal bukan tumpuan utama bagi pertumbuhan pasar kendaraan roda dua ramah lingkungan.
PR dan Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga mengingatkan agar produsen tidak terlena dengan adanya bantuan finansial dari negara. Menurutnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik sangat bergantung pada kualitas produk serta layanan purnajual yang memadai agar pertumbuhan industri dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kami menyarankan industri harus membangun produk yang dipercaya dan dipilih konsumen karena nilainya, bukan semata karena subsidi. Insentif adalah akselerator pasar, bukan fondasi keberlanjutan industri,” ungkap Riniwaty pada Kamis 3 September 2026.
AISMOLI memandang peningkatan standar kendaraan menjadi faktor mendasar untuk menjaga tren positif pasar yang mulai berkembang. Meskipun kemampuan produksi pabrikan lokal saat ini diklaim sudah sangat mencukupi untuk memenuhi lonjakan permintaan faktor keandalan unit di jalan raya tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar oleh para pelaku usaha.
Selain masalah teknis pemerintah juga diminta untuk memberikan kepastian mengenai skema dan aturan pelaksanaan insentif tersebut. Minimnya kejelasan regulasi dinilai dapat memicu sikap menunggu dari calon konsumen yang pada akhirnya justru merugikan rencana investasi jangka panjang dan stabilitas produksi para produsen.
“Bagi industri, yang paling penting kepastian dan konsistensi kebijakan, agar konsumen tidak kembali wait and see dan industri dapat merencanakan produksi serta investasi dengan lebih baik,” tegasnya.
Asosiasi berharap aturan yang diterbitkan nantinya mencakup kriteria penerima dan mekanisme penyaluran yang transparan. Langkah ini sangat krusial agar pihak industri dapat segera menyiapkan stok unit serta memperkuat jaringan diler secara optimal sebelum program bantuan tersebut resmi digulirkan kepada masyarakat luas.










