Jakarta, Motoris – Langkah pemerintah menunda insentif mobil listriik baterai (BEV) akan mengurangi tekanan ke penjualan mobil bermesin pembakaran internal (ICE). Ini dinilai menguntungkan PT Astra International Tbk (ASII) yang banyak menjual mobil ICE.
Berdasarkan riset UOB Kay Hian, pemerintah menunda pemberian insentif BEV dari tadinya 26 Juli 2026 mnejadi Agustus 2026. Kebijakan ini masih ditelaah oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Rencananya, insentif ini menyasar ke BEV roda empat alias mobil sebanyak 100 ribu unit, sedangkan motor 100 ribu unit. Besaran insentif untuk sepeda motor sekitar Rp5 juta per unit.
Dalam kasus mobil, UOB mencatat, pemerintah berencana memberikan diskon berkisar 40-100%, tergantung dari material baterai.
“Penundaan insentif ini akan mengurangi tekanan ke mobil ICE,” tulis UOB, dikutip Senin (13/7/2026).
Sementara itu, memasuki semester II-2026, akan digelar GIIAS pada 30 Juli-9 Agustus dan GIIAS Surabaya 26-30 Agustus, dan GIIAS Bandung 9-13 September. Tahun lalu, di GIIAS, penjualan mencapai 38 ribu unit hanya dalam tempo 10 hari.
“GIIAS 2026 akan menopang pertumbuhan penjualan mobil 2026 sebesar 5,5%. Ini juga menjadi katalis positif Astra” tulis UOB.
Broker ini mempertahankan rekomendasi buy saham ASII dengan target harga Rp7.100, mencerminkan potensi kenaikan 54% dari harga saat riset dibuat Rp4.600. (gbr)










