Presiden Prabowo Subianto secara resmi mulai mengedarkan bahan bakar minyak B50 untuk kendaraan bermesin diesel di seluruh Indonesia. Langkah strategis ini menjadi kelanjutan agresif dari program mandatori B40 yang sebelumnya telah berjalan. B50 merupakan bauran energi yang terdiri dari 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit dan 50 persen solar fosil yang membawa standar baru bagi industri otomotif nasional.
Sebelum mencapai tangan konsumen, B50 telah melalui serangkaian uji laboratorium dan uji jalan yang intensif sejak awal 2025. Pengujian ini mencakup berbagai sektor mulai dari otomotif hingga alat berat pertambangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa B50 memiliki standar kualitas yang lebih ketat dibandingkan pendahulunya. Kadar air pada B50 ditetapkan maksimal 300 ppm sementara kestabilan oksidasi meningkat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas pembakaran yang lebih optimal.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu memberikan catatan penting bagi para pemilik mobil diesel di kota-kota besar. Meski mesin diesel di tanah air mulai terbiasa dengan bauran nabati, kedisiplinan dalam perawatan tetap menjadi faktor penentu agar performa kendaraan tidak mengalami penurunan signifikan.
“Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan. Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal,” kata Yannes.
Yannes menekankan bahwa filter bahan bakar adalah komponen paling krusial yang harus selalu dipantau kondisinya secara rutin.
“Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya,” ujarnya.
Selain masalah filter, pemilik kendaraan juga harus mewaspadai sifat agresif biodiesel terhadap komponen berbahan karet seperti seal dan selang bahan bakar.
“Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala,” katanya.
Yannes menyarankan pengguna mesin berteknologi common rail untuk lebih rajin melakukan servis berkala dan menjaga kebersihan tangki agar kualitas bahan bakar tetap terjaga.
“Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal,” kata Yannes.










