Jakarta, Motoris – Mobil modern saat ini pada dasarnya telah menjadi ponsel pintar di atas roda namun sayangnya tren ini justru membawa segudang masalah perangkat lunak yang meresahkan bagi pemiliknya. Berdasarkan studi JD Power terungkap bahwa sistem infotainment mobil menjadi satu-satunya kategori yang mengalami penurunan kualitas paling tajam di tengah peningkatan performa komponen kendaraan lainnya.
Laporan tahunan tersebut mencatat sebanyak 44,4 dari setiap 100 kendaraan mengalami keluhan terkait sistem infotainment mobil. Frank Hanley selaku direktur senior benchmarking otomotif di JD Power menyebutkan bahwa masalah konektivitas menjadi faktor dominan yang merusak pengalaman berkendara. Hal ini mencakup kendala pada Apple CarPlay serta Android Auto yang justru menjadi penyebab utama penurunan kualitas infotainment dari tahun ke tahun, dengan catatan masalah yang cukup signifikan bagi konsumen baru.
Hanley menilai ketertinggalan teknologi otomotif dalam mengikuti ritme perkembangan elektronik konsumen menjadi pemicu utama kegagalan ini.
“Ponsel dapat memperbarui perangkat lunaknya jauh lebih cepat daripada perangkat lunak kendaraan,” jelasnya, dikutip Senin (6/7/2026).
Setiap kali produsen ponsel merilis pembaruan maka pihak pabrikan mobil harus melakukan validasi ulang yang sangat rumit karena sistem tersebut terintegrasi dengan puluhan fungsi vital lainnya di dalam kabin kendaraan.
Kekacauan ini tidak hanya berhenti pada perangkat lunak saja karena hilangnya tombol fisik kini mulai dianggap sangat mengganggu bahkan membahayakan. Pengguna di berbagai kota besar mulai menyuarakan penolakan terhadap penggunaan layar sentuh raksasa yang menyulitkan pengoperasian fitur dasar. Sebanyak 46 persen pengendara yang mengalami masalah gangguan di jalan secara terbuka menyalahkan layar sentuh sebagai penyebab utama pengalihan pandangan mereka dari jalan raya.
Melihat fenomena tersebut sejumlah raksasa otomotif mulai mengambil langkah drastis untuk mengembalikan kontrol manual. CEO Volkswagen menegaskan bahwa kehadiran kembali kontrol fisik adalah hal yang tidak bisa ditawar , sementara pihak Hyundai secara terang-terangan menyebut kontrol layar sentuh mengganggu dalam penggunaan sehari-hari. Bahkan regulator keselamatan di Eropa kini mulai mendorong pabrikan untuk mengembalikan tombol fisik demi mendapatkan skor keselamatan yang maksimal.
Menariknya di tengah kegagalan sistem digital yang rumit tingkat kepuasan konsumen justru melonjak berkat fitur yang sangat sederhana. JD Power memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas tempat gelas atau cup holder yang kini berada pada lokasi yang lebih mudah diakses dan kapasitas untuk menampung berbagai ukuran gelas atau botol air.
Realitas ini menunjukkan bahwa fungsionalitas fisik yang matang jauh lebih dibutuhkan pengemudi dibandingkan ukuran sistem infotainment mobil yang semakin besar.










