Fenomena pengrusakan dan pembatasan akses infrastruktur publik kembali menimpa fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di Tiongkok. Gagang pengisian daya cepat BYD Megawatt Flash Charger ditemukan terikat rantai besi, mengindikasikan tingginya ancaman vandalism serta sengitnya gesekan persaingan bisnis antaroperator.
Dikutip dari CarNewsChina, foto yang beredar di media sosial menampilkan dua steker pengisi daya yang dikunci menjadi satu. Aksi tersebut membuat fasilitas pengisian tidak dapat digunakan, bahkan berisiko merusak bodi kendaraan konsumen jika dipaksakan.
Lampu indikator perangkat yang tetap menyala hijau menunjukkan bahwa gangguan murni merupakan aksi sabotase fisik, bukan kerusakan sistem kelistrikan. Pihak BYD maupun otoritas setempat belum memberikan rilis resmi mengenai dalang di balik aksi pembatasan akses tersebut.
Insiden ini menyulut beragam dugaan. Sebagian warganet mengarahkan tudingan kepada kompetitor, meski skenario yang lebih masuk akal menunjuk pada ketertekanan operator lokal berskala kecil.
Ekspansi masif BYD yang menghadirkan teknologi pengisian super cepat makin menghimpit ruang gerak operator independen. Di Tiongkok, bisnis pengisian arus searah memang berjalan dengan margin keuntungan yang sangat tipis, berkisar 1 hingga 1,5 yuan per kWh.
Terlepas dari motif di baliknya, kasus ini menjadi sinyal kritis bagi para penyedia layanan jaringan pengisian daya. Pertumbuhan pesat ekosistem mobil listrik yang tidak diimbangi dengan sistem pengawasan serta perlindungan fisik stasiun pengisian publik berpotensi merugikan konsumen dan melumpuhkan mobilitas kendaraan listrik secara luas.










