Jakarta, Motoris – PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) melatih para pemasok lokal terkait Authorized Economic Operator (AEO) dan Free Trade Agreement (FTA) mengungkap fakta penting. Kualitas serta kelancaran pasokan suku cadang pabrikan asal Korea Selatan ini masih sangat bergantung pada tata kelola kepabeanan dan pengadaan material impor.
Melalui pelatihan lanjutan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, HMMI mendorong mitra lokal memperdalam pemahaman regulasi guna menekan risiko gangguan pasokan komponen di dalam negeri.
“Bagi Hyundai, membangun kendaraan berkualitas tidak hanya bergantung pada proses produksi di pabrik, tetapi juga pada kekuatan dan keandalan seluruh rantai pasok. Melalui program pengembangan pemasok ini, kami ingin membantu mitra lokal meningkatkan kapabilitas, memahami peluang efisiensi perdagangan, serta memperkuat konsistensi pasokan komponen. Kami berharap upaya ini dapat mendukung kualitas kendaraan yang terjaga, ketersediaan suku cadang yang lebih baik, dan pada akhirnya memberikan nilai lebih bagi konsumen Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), Hyunchul Bang, Jumat (23/10/2026).
Pemanfaatan fasilitas AEO dan tarif preferensial FTA menjadi krusial karena hambatan di batas negara berpotensi mengganggu jalur produksi. Tanpa efisiensi dan kepatuhan hukum, risiko penolakan material impor dapat menghambat ketersediaan komponen di tingkat pabrik maupun dealer.
Tutut Rindiati, Kepala Seksi Kerja Sama Perdagangan Bebas I Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi upaya HMMI untuk mempertahankan compliance Perusahaan. Pendampingan AEO oleh HMMI dan verifikasi FTA akan mengurangi potensi rejection dalam proses pengadaan material yang akhirnya berimbas positif pada masing-masing perusahaan. Kami berharap kolaborasi antara swasta dan Bea Cukai bisa terus berjalan dalam mensosialisasikan dan menerapkan fasilitas yang ada untuk meningkatkan berbagai keuntungan strategis bagi Perusahaan dan negara.”
Efisiensi pengadaan ini menjadi ujian nyata bagi Hyundai. Publik kini menanti apakah perbaikan tata kelola rantai pasok tersebut benar-benar mampu menjamin ketersediaan suku cadang yang lebih cepat serta menekan harga jual kendaraan bagi konsumen di tanah air.









