Jakarta, Motoris – Keputusan Dorna Sports menunjuk Yamaha Motor sebagai pemasok mesin tunggal Kejuaraan Dunia FIM Moto3 periode 2028 hingga 2033 menandai babak baru dalam peta persaingan balap motor dunia. Langkah monomerek ini diambil guna menekan disparitas performa antartim sekaligus memangkas biaya operasional di kelas entry-level.
Mesin dua silinder CP2 Yamaha dikenal tangguh pada produk komersial, pabrikan Garala Laut tersebut merombak total karakter mesin agar sesuai dengan sasis prototype Moto3 yang ringan dan menuntut performa tinggi.
Kebijakan persaingan seragam ini bertujuan menguji murni bakat pembalap ketimbang keunggulan mekanis. Kendati demikian, skema mesin tunggal sering memicu kritik karena berisiko mengurangi variasi teknologis dan dinamika riset antarpabrikan yang selama ini menjadi warna dalam balapan Grand Prix.
Rancangan motor baru diklaim memiliki rasio daya terhadap bobot yang lebih tinggi serta ukuran sasis lebih besar untuk mengakomodasi postur fisik pembalap modern. Platform mesin ini juga disiapkan menyokong ajang JuniorGP pada 2029 hingga kejuaraan tingkat regional.
“Moto3 adalah titik awal bagi para pembalap Grand Prix yang bercita-cita tinggi dan platform bagi para pembalap muda berbakat untuk mengembangkan potensi mereka sebelum menjadi juara dunia di masa depan,” ujar Paolo Pavesio, Direktur Pelaksana Yamaha Motor Racing, Rabu (14/10/2026).
Uji coba prototipe dijadwalkan mulai bergulir tahun ini. Publik motorsport menanti apakah penyeragaman mesin ini efektif melahirkan bibit unggul atau justru mereduksi esensi kompetisi teknik antar pabrikan.










