Jakarta, Motoris – Laju perkembangan teknologi otomotif global menuntut pabrikan menghadirkan fitur baru dalam waktu makin singkat. Tekanan ini kian terasa seiring gempuran produsen asal China dan India yang gencar menawarkan sistem bantuan pengemudi atau Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) serta perangkat lunak mutakhir. Kendati demikian, Honda menegaskan tidak akan mengorbankan kualitas kendaraan hanya demi memangkas waktu pengembangan.
Presiden dan CEO American Honda, Eiji Fujimura, menyatakan bahwa Honda tetap perlu bersaing mengikuti arus teknologi pesaing. Namun, identitas serta standar mutu produk tidak boleh ditinggalkan.
“Perubahan teknologi terjadi sangat cepat saat ini. Tentu kami perlu bersaing dengan para rival termasuk China dan India dalam hal perangkat lunak, ADAS, dan sebagainya. Namun untuk bersaing dengan mereka, kami perlu memikirkan ‘Siapa Honda?’,” katanya, dikutip dari Carscoops, Kamis (17 September 2026).
Honda menolak mempercepat pengembangan dengan mengurangi tahapan prosedur pemeriksaan. Setiap komponen maupun kendaraan wajib lulus pengujian standar sebelum melangkah ke proses berikutnya. Komitmen ini diperkuat melalui divisi kualitas independen yang bertugas mengawasi setiap inovasi baru.
Wakil Presiden Eksekutif Honda, Noriya Kaihara, menjelaskan bahwa divisi khusus tersebut memastikan mutu tetap menjadi prioritas utama.
“setiap teknologi baru yang dikembangkan Honda harus melalui pemeriksaan dari divisi tersebut sebelum digunakan pada kendaraan. Artinya, kualitas selalu menjadi perhatian utama Honda,” kata Kaihara.
Selain pengujian ketat sejak awal produksi, kecepatan respons saat menangani kendala di lapangan juga menjadi kunci mempertahankan kepercayaan konsumen. Kaihara mengakui potensi masalah teknis tetap bisa muncul setelah unit berada di tangan konsumen. Karena itu, penanganan responsif menjadi krusial di tengah ketatnya persaingan pasar global seperti Eropa dan Asia, tempat konsumen memiliki banyak opsi merek.
“Jika konsumen mendapatkan kendaraan dengan kualitas buruk dan kemudian harus menunggu lama untuk mendapatkan solusinya, dampaknya akan sangat buruk,” pungkasnya.










