Jakarta, Motoris – Langkah efisiensi radikal Grup Volkswagen memicu gejolak di industri otomotif global. Raksasa Jerman ini berencana memangkas 50.000 pekerjaan serta mengeliminasi lini model kendaraan hingga 50 persen demi menyehatkan neraca keuangan.
Pihak produsen menyatakan sepertiga dari “aktivitas non-strategis” mereka akan “dilepas atau diselaraskan kembali.” Langkah ekstrem ini diambil demi memfokuskan modal pada entitas yang memberikan “kontribusi strategis dan finansial yang jelas terhadap bisnis inti.”
Pelepasan aset non-inti berpotensi menumbalkan merek sepeda motor premium, Ducati. CEO Audi Gernot Döllner mengonfirmasi bahwa masa depan Ducati masuk dalam “proses evaluasi.”
Walau ia menegaskan “belum ada keputusan yang diambil,” penjualan Ducati yang bernilai 1,25 miliar Euro dipandang relevan untuk menyokong likuiditas perusahaan.
Tahun lalu laba operasional Ducati anjlok 42,8 persen menjadi 52 juta Euro akibat gejolak mata uang dan sengketa tarif. Pengiriman unitnya juga turun 7 persen menjadi 50.895 unit, sekalipun Multistrada tetap memimpin penjualan.
Di lain pihak, absennya pabrik produksi di Amerika Serikat membuat posisi Audi makin terdesak oleh hambatan tarif impor. Döllner kini mempertimbangkan perakitan “setidaknya beberapa” model SUV di Amerika Serikat, memanfaatkan fasilitas pabrik Scout di South Carolina atau pabrik Volkswagen di Tennessee.
Tanpa basis manufaktur lokal di pasar Amerika Serikat, daya saing Audi kian merosot dibanding rival senegaranya seperti BMW dan Mercedes yang telah lama memproduksi kendaraan secara lokal.










