Jakarta, Motoris – Pemerintah China secara resmi menegur para produsen otomotif asal negaranya agar membatasi praktik pemangkasan harga yang terlampau agresif di pasar internasional. Langkah tegas ini diambil di tengah kekhawatiran global bahwa gempuran mobil murah asal Tiongkok mulai mengancam keberlangsungan industri otomotif Jepang, Korea Selatan, hingga Eropa.
Laporan Drive menyebutkan bahwa Kementerian Perdagangan China baru saja menerbitkan pedoman khusus untuk mengatur etika persaingan merek lokal di luar negeri. Pemerintah meminta pabrikan menetapkan strategi harga secara rasional berdasarkan kalkulasi biaya produksi serta dinamika permintaan pasar tujuan, bukan sekadar membanting harga demi merebut pangsa pasar.
Regulasi anyar tersebut secara eksplisit melarang produsen melakukan perubahan harga terlalu sering serta melarang klaim pemasaran yang menyesatkan.
Para pelaku industri juga diwajibkan memastikan kesesuaian spesifikasi produk, memperkuat layanan purnajual, menjamin ketersediaan suku cadang, dan patuh pada aturan hukum di negara penerima ekspor.
Sikap keras Beijing ini mengemuka saat industri otomotif domestik China mulai lesu akibat pemangkasan bertahap insentif pajak kendaraan listrik. Kondisi tersebut memaksa pabrikan gencar mencari pasar baru, yang berisiko memicu tuduhan praktik perdagangan tidak sehat dari negara tujuan.
Melalui pedoman ini, pemerintah ingin ekspansi merek lokal tetap bernilai tinggi tanpa memicu konflik dagang global.










