Jakarta, Motoris – Toyota Motor Australia kini meningkatkan target penjualan serta menambah pasokan kendaraan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok yakni BYD. Produsen asal Jepang ini bahkan harus mempercepat peluncuran model plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV pertamanya yaitu RAV4 PHEV yang akan mulai tersedia pada akhir bulan ini.
Langkah ini diambil lebih cepat dari jadwal sebelumnya yang direncanakan pada kuartal ketiga tahun ini. Harga awal RAV4 PHEV dipatok sebesar 58.840 dolar Australia dan diprediksi menyumbang sepertiga dari total penjualan SUV menengah tersebut.
Keputusan Toyota menambah alokasi 10.000 unit kendaraan untuk tahun 2026 muncul tepat saat BYD mendatangkan hampir 5.000 unit armada baru ke Australia melalui kapal pengangkut khusus.
Wakil Presiden Penjualan, Pemasaran, dan Operasi Waralaba Toyota Australia, John Pappas, menyatakan permintaan konsumen terhadap kendaraan Toyota tetap kuat meskipun gempuran merek baru kian masif.
“Toyota telah menjadi bagian dari komunitas Australia selama hampir 70 tahun dan kami terus melihat permintaan yang tinggi dari pelanggan yang mengandalkan produk kami untuk kebutuhan mobilitas mereka,” ujarnya, dikutip Senin (8/6/2026).
Pappas menambahkan bahwa tambahan pasokan ini merupakan kabar baik bagi jaringan dealer dan konsumen setia mereka. “Kendaraan seperti HiLux tetap menjadi kebutuhan penting bagi banyak warga Australia, sementara RAV4 terus memimpin segmen SUV berkat fleksibilitas, kenyamanan berkendara, dan efisiensinya,” katanya.
Di sisi lain BYD menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif di pasar Australia. Pada April lalu BYD sukses menjadi merek terlaris kedua dengan penjualan 7.702 unit yang berada tepat di bawah Toyota. BYD menargetkan masuk jajaran tiga besar pada 2026 dan bahkan berambisi menyalip Toyota pada 2030 mendatang.
Menanggapi ancaman tersebut Toyota menyiapkan empat model elektrifikasi baru melalui strategi “multi-pathway”. Selain RAV4 PHEV mereka juga akan merilis HiLux BEV, bZ4X Touring, dan LandCruiser 300 Series Performance Hybrid pada akhir bulan ini. Strategi defensif ini dilakukan di tengah kabar Toyota global yang memangkas produksi sekitar 83.000 kendaraan akibat dampak konflik di Timur Tengah.








