Dominasi merek otomotif asal Tiongkok di pasar SUV nasional nampaknya bukan sekadar gertakan sambal. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, JETOUR menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat agresif sekaligus menjadi ancaman nyata bagi para pemain lama. Sepanjang Januari hingga April 2026, merek ini berhasil mencatatkan distribusi wholesale mencapai 947 unit yang mempertegas daya saingnya di tengah persaingan ketat.
Keberhasilan ini didorong oleh performa JETOUR T2 yang kembali mengukuhkan posisinya sebagai No.1 Chinese Car pada kategori bensin. SUV bergaya petualang ini mampu menarik minat konsumen kota besar karena perpaduan desain tangguh dan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Strategi harga yang kompetitif juga menjadi senjata utama JETOUR dalam mengacak-acak pasar otomotif tanah air. Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, mengatakan, pencapaian positif JETOUR T2 di Indonesia sejalan dengan performa JETOUR T2 secara global, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap model ini di berbagai pasar dunia.
“Capaian ini semakin memperkuat langkah JETOUR dalam menghadirkan SUV yang terus berkembang, baik dari sisi desain, teknologi, maupun pengalaman berkendara. Ke depannya, JETOUR akan terus memperluas inovasi pada lini produk dan kualitas layanan di Indonesia untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih optimal sekaligus memperkuat posisinya sebagai pilihan terpercaya bagi konsumen di berbagai kebutuhan skenario perjalanan,” ungkap Ranggy, Jumat (15/5/2026).

Selain model T2 yang dibanderol seharga Rp588 juta, JETOUR juga mengandalkan DASHING untuk segmen urban seharga Rp381 juta serta X70 Plus seharga Rp391,8 juta.
Ambisi JETOUR tidak hanya berhenti pada penjualan unit karena mereka berani menawarkan garansi mesin hingga 10 tahun atau 1.000.000 km bagi model tertentu. Upaya ekspansi jaringan showroom dan layanan darurat 24 jam menjadi bukti keseriusan JETOUR dalam memberikan tekanan pada kompetitor di segmen SUV premium.










