Jakarta, Motoris – Laba bersih PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) ambruk 94% menjadi tinggal Rp15 miliar hingga September 2026, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp257 miliar. Padahal, pendapatan perseroan masih tumbuh 22% menjadi Rp27 triliun dari Rp22 triliun.
Kenapa hal itu terjadi? Dalam laporan keuangan Indomobil per September 2026 yang dipublikasikan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), meski pendapatan naik, beban pokok pendapatan Indomobil meningkat dari Rp18 triliun menjadi Rp22 triliun. Dari sini laba kotor hanya naik tipis dari Rp4,5 triliun menjadi Rp5 triliun.
Selanjutnya, beban penjualan stabil di Rp1,5 triiun, beban umum dan administrasi naik dikit dari Rp1,5 triliun menjadi Rp1,6 triiun. Adapun pendapatan operasi lain merosot dari Rp908 miliar menjadi Rp443 miliar, sedangkan beban operasi mencapai Rp228 miliar, naik tipis dari Rp220 miliar.
“Alhasil, laba usaha turun menjadi Rp2 triliun dari Rp2,2 triliun,” demikian dikutip dari laporan keuangan Indomobil.
Selanjutnya, perseroan meraup bagian laba bersih dari perusahaan asosiasi Rp143 miliar, naik dari Rp75 miliar serta pendapatan keuangan Rp183 miliar dari Rp229 miliar. Sayang, beban keuangan membengkak menjadi Rp2 triliun dari Rp1,8 triliun.
Laba sebelum pajak Rp357 miliar, sedangkan pajak final Rp27,4 miliar. Indomobil kena pajak penghasilan Rp266 miliar, nyaris sama seperti tahun lalu. Namun, karena beban keuangan membengkak, hasilnya laba periode berjalan tinggal Rp63 miliar dari Rp360 miliar.
Dari sini bisa ditarik kesimpulan pembengkakan beban keuangan menggerogoti pendapatan Indomobil, sehingga laba bersih akhirnya terjun bebas. (gbr)










