Jakarta, Motoris – Persaingan industri otomotif nasional kini memasuki babak baru yang semakin tajam. Kehadiran berbagai fitur modern dan penawaran harga yang agresif memicu persaingan sengit antar-pabrikan, khususnya di era elektrifikasi.
Secara mengejutkan, pabrikan asal Tiongkok, BYD, sukses menggeser dominasi pemain lama dengan bertengger di posisi puncak sebagai merek roda empat yang paling diminati generasi Z dan milenial kelas menengah atas. Temuan ini terungkap melalui riset terbaru Populix bertajuk ‘Decoding Sinyal Konsumen MZs Menengah Atas Indonesia di Pasar Mobil Penumpang’ yang melibatkan 800 pemilik mobil pribadi.
Dalam data preferensi pembelian responden, BYD secara mengejutkan berada di urutan pertama, mengungguli raksasa otomotif Jepang seperti Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, hingga Toyota, serta kompatriotnya Hyundai dan Wuling. Capaian BYD ini menjadi sinyal bahaya bagi produsen Jepang yang selama puluhan tahun memegang kendali penuh di Indonesia. Kendati riset ini berbasis sampel preferensi konsumen dan bukan data total penjualan nasional, pergeseran minat konsumen muda terlihat amat jelas.
Meskipun mobil bermesin bensin konvensional masih mendominasi kepemilikan dengan porsi 80 persen, pasar kendaraan listrik terus menunjukkan penetrasi kuat. Porsi mobil listrik murni (BEV) mencatatkan 12 persen dan hybrid sebesar delapan persen.
“Bahkan sekitar seperempat responden mengaku sangat berminat membeli mobil listrik dengan BYD, Hyundai dan Wuling menjadi tiga merek yang paling diminati,” kata Susan Adi Putra, Associate Research Director Populix di Jakarta, belum lama ini.
Pada kategori BEV, BYD semakin mempertegas hegemoninya dengan mengantongi 49 persen minat responden muda, disusul Hyundai sebesar 46 persen dan Wuling 32 persen. Dominasi BYD pada segmen ini membuktikan bahwa strategi penetrasi cepat pabrikan Tiongkok berhasil mendobrak loyalis merek tradisional di Indonesia.










