Jakarta, Motoris – Langkah Indomobil Group dalam menggarap pasar kendaraan listrik Indonesia kian agresif. Merek otomotif global Changan resmi meluncurkan layanan konektivitas pintar Changan Connect untuk model eSUV mereka, Changan Nevo Q05, guna meningkatkan daya saing di segmen SUV listrik Tanah Air.
Aplikasi berbasis smartphone ini dirancang untuk memungkinkan pemilik memantau kondisi kendaraan secara real-time sekaligus mengendalikan sejumlah fungsi mobil dari jarak jauh.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di industri otomotif nasional.
“Sebagai bagian dari visi Changan untuk menjadi game-changer di industri otomotif Indonesia, kami terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi konsumen. Salah satunya melalui aplikasi Changan Connect pada Changan Nevo Q05, yang memungkinkan pengguna tetap terhubung dengan kendaraannya secara lebih mudah dan personal. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memantau kondisi kendaraan secara real-time sekaligus mengendalikan berbagai fungsinya dari jarak jauh. Kami ingin teknologi yang dihadirkan Changan dapat menghadirkan rasa aman, nyaman, serta kemudahan dalam setiap aktivitas penggunanya,” ujar Setiawan Surya.
Fitur konektivitas ini mencakup pemantauan persentase baterai berkapasitas 51,9 kWh yang diklaim memiliki jarak tempuh hingga 462 km NEDC, status 3C Fast Charging, penguncian pintu jarak jauh, hingga Remote Climate Control untuk mendinginkan kabin sebelum berkendara.
Secara spesifikasi, Changan Nevo Q05 dibekali dukungan pengisian daya cepat hingga 162 kW yang diklaim mampu mengisi baterai 30 hingga 80 persen dalam waktu 15 menit. Di dalam kabin, eSUV ini juga dilengkapi layar infotainment 14,6 inci, panel instrumen digital 10,17 inci, serta fitur perintah suara berbahasa Indonesia.
Dipasarkan dengan harga OTR Jakarta Rp349.000.000 untuk varian Pro dan Rp399.000.000 untuk varian Max, Changan mencoba menawarkan nilai kompetitif lewat jaminan purnajual berupa garansi baterai 8 tahun atau 240.000 km dan garansi kendaraan 5 tahun atau 150.000 km.
Penetrasi fitur digital pada kendaraan listrik kelas menengah ini menjadi arena persaingan baru bagi para produsen otomotif untuk memikat konsumen Indonesia yang kian sensitif terhadap teknologi terintegrasi.










