Jakarta, Motoris – Mercedez Benz (Mercy) mulai kewalahan menghadapi gempuran pemain Cina di tanah Eropa. Pemain mobil premium ini bakal menutup dua pabrik jika agenda efisiensi dan pemotongan biaya gagal dieksekusi.
Pada 22 September 2026, Kepala Produksi Mercy Michael Schiebe bertemu dengan para pekerja di pabrik Sindelfingen, Jerman. Pada kesempatan itu, Mercy berupaya mempertahankan kelangsungan pabrik di Jerman.
“Tetapi, ada syaratnya, yakni peningkatan produktivitas dan mereduksi biaya,” kata dia, dikutip dari Car Buzz, Minggu (27/9/2026).
Jika Mercy tidak bisa melaksanakan itu, dia menerangkan, perusahaan akan menutup satu pabrik perakitan dan powertrain di Jerman. Tetapi, dia tidak menyebut nama-namanya.
Hal ini membuat kehebohan di kalangan pekerja Mercy. Para pekerja khawatir menjadi korban pemecatan, seperti yang terjadi di pabrikan Jerman VW. (gbr)










