Jakarta, Motoris – Industri otomotif China saat ini sedang menghadapi titik jenuh yang sangat mengkhawatirkan. Wakil Presiden Eksekutif BYD yaitu He Zhiqi membeberkan data yang mencengangkan melalui media sosial Weibo terkait peluncuran 542 model kendaraan baru hanya dalam periode Januari hingga Mei 2026. Data ini menyiratkan bahwa rata-rata ada 3,6 model baru yang hadir menyapa publik setiap harinya.
He Zhiqi menilai frekuensi peluncuran mobil ini sudah setara dengan kebiasaan makan manusia dalam sehari. Persaingan yang sangat ketat ini melibatkan beragam tipe kendaraan mulai dari mesin konvensional hingga listrik. Ia menganggap kondisi pasar di negeri tirai bambu tersebut sudah menyerupai tempat latihan berat yang menguji batas ketahanan setiap produsen.
“Sekalipun Anda menanamkan 1 miliar yuan untuk satu model dan menghabiskan dua tahun atau lebih untuk pengembangan, puncak [penjualan] tidak bertahan sampai tiga bulan,” tulis He.
Anomali ini semakin nyata ketika delapan pabrikan besar secara serentak merilis produk baru pada satu hari yang sama di pertengahan Juli 2026. Media setempat bahkan melabeli fenomena tersebut sebagai Kamis Gila karena membludaknya pilihan kendaraan di saat daya beli sedang tidak menentu.
Ironisnya ambisi pabrikan untuk terus meluncurkan unit baru tidak sebanding dengan kondisi ekonomi yang ada. Penjualan mobil domestik secara keseluruhan justru merosot hingga 21 persen pada semester pertama 2026. Segmen kendaraan energi baru atau NEV juga tidak luput dari tren negatif dengan penurunan sebesar 13 persen akibat permintaan yang lesu serta pemangkasan insentif pajak oleh pemerintah.
Raksasa seperti BYD bahkan mengalami penurunan penjualan hingga 16 persen pada paruh pertama tahun ini. Kondisi serupa menghantam Great Wall Motor serta Seres Group yang kini dihantui oleh potensi kerugian bersih akibat membengkaknya biaya komponen dan perang harga.
Pendiri sekaligus CEO Nio yaitu William Li memandang pasar China kini berada dalam situasi yang suram. Ia meragukan adanya keajaiban pemulihan ekonomi bagi industri otomotif dalam waktu dekat.
“Kami tidak memperkirakan permintaan kendaraan domestik pulih pada paruh kedua tahun ini,” kata Li.








