Jakarta, Motoris – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mendesak pemerintah agar memberikan perlakuan yang setara bagi seluruh tipe kendaraan di tanah air. Meski mengapresiasi dukungan Kementerian Perindustrian sejauh ini asosiasi tersebut memandang bahwa pemberian stimulus tidak boleh hanya terfokus pada satu jenis teknologi saja demi menjaga keberlangsungan industri manufaktur secara menyeluruh.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty menyatakan bahwa hubungan pemerintah dan industri selama ini dibangun lewat komunikasi terbuka.
“GAIKINDO melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor,” ujar Anton, Selasa (30/6/2026).
Pemerintah memang telah memberikan berbagai fasilitas seperti pembebasan bea masuk impor bahan baku melalui skema USDFS dan PPN Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP. Namun kini industri menghadapi tantangan baru seiring masuknya investor dari Tiongkok yang mengharapkan perlakuan serupa dengan merek Jepang yang sudah puluhan tahun eksis.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar GAIKINDO Jongkie Sugiarto menyoroti keinginan para pemain baru tersebut. ”Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia,” ungkap Jongkie.
Melihat kondisi tersebut GAIKINDO telah melayangkan usulan resmi kepada Kementerian Perindustrian. Mereka meminta agar kebijakan stimulus insentif mencakup semua kategori mulai dari kendaraan berbasis Internal Combustion Engine atau ICE, Hybrid atau HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV, hingga Battery Electric Vehicle atau BEV. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk memastikan seluruh pabrikan mendapatkan dorongan yang sama dalam menjaga perputaran pasar domestik.
Sinergi yang kuat antara regulasi pemerintah dan kebutuhan pelaku industri diharapkan menjadi kunci agar Indonesia tetap menjadi magnet investasi yang kompetitif di kawasan regional. “Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, GAIKINDO akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Anton Kumonty.










