Jakarta, Motoris – Kehadiran Honda Vario Evo 160 sebagai generasi terbaru membawa angin segar bagi pasar skutik di Indonesia melalui sederet pembaruan yang diusungnya. Namun di tengah antusiasme tersebut muncul sebuah tanda tanya besar dari kalangan pecinta otomotif mengenai absennya fitur konektivitas pintar Honda RoadSync. Keputusan ini tergolong berani mengingat teknologi yang menghubungkan smartphone ke motor melalui Bluetooth tersebut sudah menjadi standar pada model Honda PCX 160 dan Honda ADV.
Banyak pihak menilai bahwa sebagai motor yang berada di segmen performa tinggi, fitur RoadSync seharusnya menjadi nilai tambah yang krusial. Namun PT Astra Honda Motor memiliki sudut pandang berbeda dalam memetakan kebutuhan konsumen mereka di tanah air.
Marketing Director AHM Naoki Kajino menjelaskan bahwa perusahaan masih melihat adanya gap atau perbedaan kebutuhan antara pengguna setia Vario dengan konsumen skutik premium Honda lainnya. Menurutnya setiap produk dikembangkan dengan menyesuaikan profil dan perilaku berkendara target pasarnya.
“Untuk saat ini RoadSync baru diaplikasikan di model PCX dan ADV, sementara Vario Evo 160 tidak ada,” ujar Naoki Kajino di Cikarang, Kamis (25/6).

Penjelasan tersebut didasarkan pada pengamatan mendalam yang dilakukan oleh internal AHM terhadap pola penggunaan motor harian. Hasil riset menunjukkan bahwa bagi mayoritas pengguna seri Vario, fitur konektivitas belum dianggap sebagai elemen vital yang menentukan kenyamanan berkendara mereka. Prioritas pengguna Vario sejauh ini masih tertuju pada performa mesin serta aspek fungsionalitas fisik kendaraan.
“Dari kebiasaan pengguna Honda Vario series, mereka belum membutuhkan itu,” katanya.
Meskipun saat ini fitur tersebut absen, pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut tidak menutup pintu sepenuhnya. AHM menyatakan akan terus memantau dinamika tren di kota-kota besar serta melihat sejauh mana perkembangan kebutuhan konsumen di masa mendatang untuk melakukan penyesuaian teknologi.
Terlepas dari isu konektivitas, Honda Vario Evo 160 tetap menawarkan paket pembaruan yang signifikan. Dari sisi visual motor ini tampil dengan bahasa desain yang jauh lebih agresif dan modern dibandingkan pendahulunya. Sektor dapur pacu menjadi daya tarik utama dengan mesin 160 cc 4 katup eSP+ berpendingin cairan. Jantung mekanis ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 11,3 kW pada 8.500 rpm dengan torsi puncak mencapai 14 Nm pada 6.500 rpm.
Untuk menunjang mobilitas masyarakat urban yang dinamis, AHM juga menyematkan fitur pendukung baru. Salah satunya adalah kehadiran USB Type-C charger yang memungkinkan pengisian daya gadget tanpa perlu adaptor tambahan serta pop-up center hook untuk menambah kepraktisan saat membawa barang belanjaan.
Mengenai strategi harga, Honda Vario Evo 160 dipasarkan dengan angka yang tetap kompetitif di kelasnya. Untuk wilayah Jakarta, harga OTR dibanderol mulai dari Rp28,525 juta untuk tipe CBS. Sementara itu varian CBS Nitro ditawarkan dengan harga Rp28,775 juta dan kasta tertinggi yakni varian ABS dipasarkan pada angka Rp31,406 juta. Dengan selisih harga tersebut konsumen kini diberikan pilihan apakah akan memprioritaskan performa mesin 160 cc terbaru atau tetap mendambakan fitur konektivitas yang hanya tersedia di lini skutik premium Honda lainnya.









