Jakarta, Motoris – Industri otomotif Indonesia membuktikan diri sebagai pilar ekonomi yang kokoh meskipun harus berhadapan dengan dinamika pasar global yang tidak menentu sepanjang 2026. Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika menegaskan bahwa sektor ini masih berada dalam jalur pertumbuhan yang sangat meyakinkan.
“Pasar otomotif Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan tren pertumbuhan yang sangat positif,” ujar Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis (28 Mei 2026).
Merujuk pada data resmi GAIKINDO, performa penjualan wholesales pada April 2026 melesat hingga 55 persen secara tahunan dengan angka mencapai 80.776 unit. Jika ditarik lebih luas sejak Januari hingga April 2026, total penjualan domestik menyentuh 289.787 unit atau mengalami kenaikan 12,5 persen dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini tidak hanya terlihat di pasar lokal melainkan juga pada angka ekspor. Pengiriman mobil utuh atau CBU pada April 2026 tercatat sebanyak 159.662 unit atau naik 10,4 persen. Sementara itu, ekspor kendaraan dalam bentuk CKD mengalami lonjakan drastis sebesar 76,4 persen dengan total 25.791 set.
“Semua capaian positif ini adalah bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia memiliki daya saing yang kuat sekaligus memiliki potensi besar yang terus mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat luar serta para prinsipal global,” katanya.
Putu menambahkan bahwa masuknya berbagai merek kendaraan baru ke Indonesia merupakan sinyal kuat bahwa iklim investasi nasional masih sangat kompetitif. Kehadiran para pemain baru ini diharapkan tidak hanya sekadar berjualan unit namun juga memperkuat basis manufaktur di dalam negeri.
“Antusiasme yang besar dari para peserta ini, khususnya dengan masuknya merek-merek kendaraan baru ke pasar Indonesia menjadi suatu catatan yang sangat positif bagi GAIKINDO,” ujarnya.
GAIKINDO secara konsisten mendorong para agen pemegang merek untuk segera membangun fasilitas produksi lokal demi menciptakan efek domino ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan memproduksi kendaraan secara lokal, kami dapat memperkuat industri nasional, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, sekaligus mendorong basis produksi Indonesia untuk melakukan ekspor ke pasar global,” katanya.










