Jakarta, Motoris – Lembaga Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA) mengeluarkan peringatan darurat terkait penggunaan komponen keselamatan kendaraan. Inflator kantung udara buatan Jilin Province Detiannuo Safety Technology atau DTN asal China resmi dinyatakan cacat produksi karena risiko ledakan yang sangat fatal bagi pengemudi maupun penumpang.
Laporan mengejutkan menyebutkan bahwa komponen ilegal ini telah memicu 12 insiden inflator pecah secara tidak wajar. Tragedi tersebut berujung pada sepuluh kasus kematian dan dua korban luka parah di Amerika Serikat. Sebagian besar kejadian tragis ini melibatkan model Chevrolet Malibu serta Hyundai Sonata.
Namun otoritas setempat memperingatkan bahwa bahaya tersebut berpotensi mengancam model kendaraan lain yang menggunakan suku cadang serupa dari jalur tidak resmi.
Masalah utama pada komponen buatan Negeri Tirai Bambu tersebut adalah kegagalan standar keamanan yang sangat krusial. Inflator airbag ilegal ini dilaporkan bisa tiba-tiba meledak serta melontarkan pecahan logam besar ke arah bagian tubuh vital seperti dada leher mata hingga wajah pengemudi. Alih-alih menjadi pelindung saat terjadi benturan peranti ini justru bertindak layaknya proyektil mematikan di dalam kabin kendaraan.
Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa suku cadang berbahaya ini masuk melalui jalur importir tidak resmi tanpa pengawasan ketat. NHTSA saat ini tengah berjuang keras memetakan sebaran airbag ilegal tersebut di pasar otomotif dunia karena sulitnya mendeteksi jenis inflator yang sudah terpasang secara kasat mata tanpa pemeriksaan teknis mendalam.
Pengguna mobil diharapkan lebih waspada terhadap penggunaan suku cadang murah yang tidak memiliki sertifikasi keselamatan resmi guna menghindari risiko maut yang mengintai di balik dasbor.










