Jakarta, Motoris – Honda ternyata bukan hanya bonyok di Indonesa, melainkan juga di India, di mana pangsa pasar rontoh dari 7,3% menjadi 1,3% dalam 10 thun terakhir. Mobil Honda di negara itu kehilangan daya saing, lantaran mahal, sama seperti di Indonesia.
Seiring dengan itu, Honda akhirnya menempuh jalur outsourcing untuk mengembangkan mobil di India. Bertindak sebagai mitra adalah Tata Technologies, di mana kedua pihak sudah meneken perjanjian outsourcing.
Targetnya, demikian dikutip dari Asahi.com, Honda berniat memangkas biaya produksi hingga US$9 miliar dalam lima tahun ke depan dan waktu pembuatan kendaraan hingga setengah lewat kemitraan dengan Tata.
Honda telah merugi US$12 miliar dari proyek kendaraan listrik. Kini, raksasa Jepang itu fokus menjual mobil bensin dan hybrid demi memangkas biaya.
“Honda memilih menggandeng Tata setelah perwakilan di India gagal membuat keputusan soal siapa pemasok kendaraan terbaru,” tulis media itu, Senin (5/10/2026). (gbr)










