Jakarta, Motoris – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memilih bertahan dengan target penjualan mobil nasional sebanyak 850 ribu unit sepanjang 2026. Sikap optimistis ini tetap dipertahankan meski realitas di lapangan menunjukkan pasar otomotif tanah air belum sepenuhnya pulih.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyampaikan bahwa dinamika penjualan hingga Agustus masih menjadi dasar acuan untuk menilai prospek hingga penutupan tahun. Sisa waktu yang ada dinilai masih membuka peluang bagi industri untuk mengejar angka tersebut.
“Mudah-mudahan ini terus bisa berjalan di kisaran 80 ribuan. Kalau itu tercapai, kita mencapai apa yang ditargetkan 850, kita harus bersyukur. Kita pengennya lebih, karena potensi kita masih bisa lebih,” ujarnya di Jakarta Selatan, Rabu (23 September 2026).
Sikap bertahan pada target 850 ribu unit tersebut menuai sorotan mengingat pergerakan industri otomotif sangat bergantung pada faktor eksternal, terutama stabilitas perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.
“Industri otomotif tidak berdiri sendiri. Harus didukung dengan ekonomi yang sehat,” kata Kukuh.
Kukuh tidak menampik bahwa sektor finansial masyarakat kelas menengah yang menjadi tulang punggung pasar masih terguncang dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini memicu hambatan besar dalam pemerataan pertumbuhan di berbagai segmen kendaraan.
Meskipun demikian, Gaikindo meyakini pasar otomotif Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas untuk menembus angka penjualan 1 juta unit jika didukung oleh perbaikan kondisi ekonomi secara menyeluruh.
“Kalau ekonominya bagus, kita bisa kembali ke 1 juta, bisa lagi lebih tinggi lagi dari 1 juta,” pungkas Kukuh










