Jakarta, Motoris – Pemerintahan Prabowo Subianto berniat menghapus impor bensin lewat pengembangan proyekm bioetanol. Peta jalan alias roadmap bioetanol sedang disiapkan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menuturkan, proyek bioetanol dimulai dengan E10 pada 2027, lanjut ke E20 pada 2028 dan menyentuh E50. Ketika E50 sudah berjalan, barulah impor bensin bisa disetop.
Konsumsi bensin per tahun berkisar 39-40 juta kl. Pemerintah akan mengoptimalkan sumber daya domestik untuk mencapai ketahanan energi agar bisa tahan guncangan geopolitik. Pada titik ini, bioetanol menjadi salah satu senjata.
Dalam mendukung proyekm ini, dia menuturkan, pemerintah sudah mengindentifikasi tiga bahan baku etanol, yakni tebu, singkong, dan jagung. Ini terinspirasi oleh Brasil yang kini sudah sampai E100.
Dia menekankan, proyek ini harus berbasis pasokan bahan baku domestik agar tidak ada impor etanol. Tujuannya agar tercapa tujuan maksimal.
“Kalau etanolnya masih diimpor, itu sama saja menindahkan impor dari produk satu ke produk lain,” kata dia, dikutip dari Antara, Senin (21/9/2026). (gbr)










