Jakarta, Motoris – PT BYD Motor Indonesia secara resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode melalui peluncuran BYD M6 DM sebagai langkah memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di tanah air. Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban bagi kebutuhan konsumen yang menginginkan efisiensi operasional sekaligus fleksibilitas tinggi untuk perjalanan jarak jauh.
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menjelaskan bahwa teknologi Dual Mode hadir mengikuti perkembangan kebutuhan nyata masyarakat Indonesia yang mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi.
“Perkembangan teknologi terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan nyata konsumen Indonesia,” ujar Eagle Zhao dalam acara BYD New Technology Launch di PIK 2 Tangerang, Selasa (19 Mei 2026).
Model BYD M6 DM menjadi kendaraan listrik pertama di Indonesia yang mengadopsi teknologi Dual Mode 5.0. Mobil berjenis MPV tujuh penumpang ini dirancang khusus untuk menyesuaikan karakter pasar domestik. Selain fleksibilitas tenaga teknologi ini juga diklaim menawarkan biaya perawatan yang jauh lebih kompetitif dibandingkan kendaraan bermesin bensin konvensional atau internal combustion engine.
“Untuk biaya perawatan, kami juga memiliki keunggulan yang sangat nyata dibandingkan mobil mesin konvensional,” jelas Eagle Zhao.
Meski meluncurkan produk baru di tengah kondisi ekonomi yang menantang BYD memastikan untuk tetap menjaga harga jual. Saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau melemah hingga menyentuh angka Rp17.700 per dolar AS. Kondisi ini biasanya memicu penyesuaian harga pada produk otomotif namun BYD memilih untuk bertahan.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menegaskan bahwa perusahaan masih menahan harga di tengah tekanan kurs tersebut. Menurutnya belum ada rencana kenaikan harga dalam strategi jangka pendek perusahaan.
“Komitmen BYD jangka panjang sampai saat ini kami belum ada informasi dan strategi khusus menindaklanjuti fluktuasi dari kenaikan nilai tukar,” ungkap Luther Panjaitan.
Pihak manajemen tetap memantau dinamika pasar serta geopolitik global sebelum menentukan langkah berikutnya. Luther mengakui potensi penyesuaian harga memang selalu ada namun hal tersebut bukan menjadi agenda utama saat ini.
“Kalau ditanya potensi mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami,” tambahnya.
Bagi konsumen yang berminat BYD menjadwalkan sesi test drive di berbagai dealer mulai 20 Mei 2026 agar masyarakat dapat merasakan langsung sensasi berkendara BYD M6 DM sebelum melakukan pemesanan resmi.










