Jakarta, Motoris – Raksasa otomotif asal China BYD Company Limited harus menelan pil pahit dalam upayanya menguasai pasar kendaraan listrik premium di tanah air. Mahkamah Agung resmi menolak permohonan kasasi BYD terkait sengketa merek Denza yang mengakibatkan perusahaan tersebut terancam kehilangan hak penggunaan nama tersebut di pasar nasional.
Kekalahan ini dipicu oleh masalah serius dalam prosedur hukum yaitu kesalahan subjek hukum atau error in persona. BYD melayangkan gugatan kepada PT Worcas Nusantara Abadi padahal hak merek Denza secara sah telah beralih kepada PT Raden Reza Adi jauh sebelum persidangan dimulai. Dampak dari putusan ini memicu kabar bahwa BYD akan mengganti nama lini produk mewahnya menjadi Danza khusus untuk konsumen di Indonesia.
Meskipun menghadapi ganjalan hukum manajemen BYD Indonesia menyatakan tetap menghormati proses yang berjalan namun menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther T. Panjaitan mengungkapkan bahwa situasi ini merupakan bagian dari dinamika investasi saat memasuki pasar baru.
“Tapi hal ini hal ini tidak mengubah komitmen kami di Indonesia. BYD akan tetap berkontribusi dengan produk dan teknologi nyata dan terbukti memberikan nilai tambah bagi Industri nasional,” ujar Luther.
Pihak BYD juga berpendapat bahwa putusan pengadilan tidak serta merta menghapus klaim kepemilikan merek mereka secara global melainkan hanya persoalan administratif hukum di Indonesia semata.
“Kesimpulan terakhir bukan menjelaskan bahwa Merek DENZA bukan milik BYD, namun terjadi perbedaan subjek hukum yang dituju,” jelas Luther.
Dalam lembaran resmi Putusan Nomor 1338 K/PDT.SUS-HKI/2025 hakim Mahkamah Agung memberikan pernyataan tegas atas upaya hukum perusahaan tersebut.
“Mengadili, menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi II BYD Company Limited, tersebut. Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi I PT Worcas Nusantara Abadi tersebut,” bunyi kutipan resmi Mahkamah Agung.
Kini publik otomotif di berbagai kota besar menanti bagaimana strategi BYD untuk tetap menghadirkan lini kendaraan premium mereka tanpa bayang-bayang sengketa merek yang mengganggu citra perusahaan.







