Jakarta, Motoris – Kehadiran puluhan ribu unit motor trail dengan identitas Badan Gizi Nasional (BGN) di jagat maya memicu polemik serta beragam spekulasi publik. Kendaraan operasional yang akan digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut dinilai memiliki spesifikasi dan harga yang sangat tinggi untuk sebuah kendaraan dinas pendukung distribusi gizi.
Menanggapi riuhnya pembicaraan di media sosial Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan ini merupakan bagian dari rencana anggaran tahun 2025. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di berbagai medan wilayah Indonesia.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG” ungkap Dadan melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkan data dari portal Inaproc, motor listrik bermerek Emmo JVX GT tersebut disediakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal. Harga per unit yang tercantum menyentuh angka Rp 49,95 juta sudah termasuk PPN 12 persen namun masih berstatus off the road dan belum mencakup garansi.
Jika menilik laman resmi produsen, harga motor listrik beraliran adventure ini bahkan dibanderol hingga Rp 56,8 juta dengan tingkat komponen dalam negeri mencapai 48,5 persen. Secara teknis Emmo JVX GT mengusung dinamo bertenaga 7.000 W yang mampu dipacu hingga kecepatan 85 kilometer per jam.
Dengan ground clearance setinggi 320 mm serta ban tipe dual purpose motor ini memang dipersiapkan untuk melibas jalur offroad maupun aspal. Kapasitas baterainya sebesar 72v 31Ah yang diklaim sanggup menempuh jarak hingga 70 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Meski fitur pengisian daya cepat atau fast charging tersedia pengadaan unit seharga puluhan juta ini tetap mengundang pertanyaan kritis dari masyarakat. Fokus utama kritikan terletak pada efisiensi penggunaan anggaran negara di tengah urgensi pemenuhan gizi yang menjadi prioritas utama lembaga tersebut.
Walaupun layanan purna jual motor listrik Emmo diklaim tersedia di seluruh Indonesia transparansi mengenai alasan pemilihan model trail listrik mahal ini masih menjadi sorotan tajam pemerhati kebijakan publik dan otomotif nasional.










