Lamborghini baru saja mengumumkan perubahan besar dalam strategi produknya secara global. Pabrikan berlogo banteng mengamuk tersebut resmi membatalkan rencana kehadiran supercar listrik murni sebagai model keempat. Langkah berani ini diambil setelah melihat dinamika pasar yang ternyata belum sepenuhnya siap menerima kendaraan listrik murni di segmen mobil super performa tinggi.
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan evaluasi mendalam untuk menentukan arah masa depan perusahaan. Setelah kesuksesan besar Lamborghini Urus, mereka sempat mempertimbangkan berbagai bentuk kendaraan baru untuk melengkapi lini produk yang ada saat ini yakni Temerario dan Revuelto.
“Ketika kami mempertimbangkan ide model keempat, kami memeriksa semua segmen di mana kami belum masuk dan juga subsegmennya,” ujar Winkelmann dalam pernyataan resminya, Senin (30/3/2026).
Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa Lamborghini tidak tertarik untuk memproduksi SUV berukuran kecil maupun sedan empat pintu. Winkelmann menilai pasar sedan mewah kini terus menyusut dan kurang cocok dengan karakter desain agresif yang menjadi identitas utama merek asal Italia ini.
“Kami mengesampingkan kemungkinan memiliki SUV kecil, dan kami juga mengesampingkan kemungkinan memiliki sedan empat pintu, karena segmen tersebut semakin menyusut. Jika Anda menjual sedan, Anda hampir hanya menjual mobil dengan jarak sumbu roda panjang, yang tidak terlihat bagus pada jenis mobil kami,” ucapnya memberikan penjelasan.
Alih-alih mengikuti tren elektrifikasi total atau mobil keluarga, Lamborghini memilih kembali ke akar sejarah mereka dengan melirik segmen Grand Tourer atau GT. Konsep mobil dua pintu dengan konfigurasi tempat duduk 2+2 dinilai paling ideal untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengorbankan eksklusivitas merek.
“Yang hilang, atau yang masih hilang, dan yang pada awalnya merupakan titik awal perusahaan kami, adalah gran turismo. Jadi idenya adalah gran turismo dua pintu 2+2,” kata Winkelmann mengenai arah baru tersebut.
Melalui strategi ini Lamborghini dipastikan akan bersaing lebih ketat dengan rival abadi mereka seperti Ferrari dan Bentley. Kehadiran model Grand Tourer ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan perjalanan jarak jauh namun tetap dengan performa mesin yang buas.










