Jakarta, Motoris – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) catatkan sejarah di industri otomotif tanah air. Di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh tantangan, jumlah pengiriman mobil Toyota dari Indonesia ke pasar global berhasil menyentuh level tertinggi yang pernah ada.
Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julianto mengungkapkan bahwa sepanjang tahun lalu volume ekspor Toyota hampir menyentuh angka psikologis 300.000 unit. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa kualitas manufaktur lokal semakin diakui oleh masyarakat internasional.
“Pencapaian ekspor tahun lalu itu mencapai rekor baru, kita jadinya 300 ribu, tapi kurang-kurang dikit, 298 sekian ribu,” ujar Nandi Julianto di Jakarta belum lama ini.
Kinerja ekspor yang sangat positif ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap berbagai model yang diproduksi di pabrik dalam negeri. Produk-produk tersebut mencakup varian mesin konvensional hingga kendaraan berteknologi elektrifikasi yang ramah lingkungan.
Pada segmen elektrifikasi, Toyota mengandalkan Yaris Cross dan Innova Zenix sebagai ujung tombak. Sementara itu, untuk varian mesin konvensional, model populer seperti Avanza, Veloz, Fortuner, hingga Wigo atau Agya tetap menjadi tulang punggung utama ekspor perusahaan.

Hingga saat ini wilayah Asia dan Timur Tengah masih menjadi destinasi utama pengiriman unit. Meski demikian, Toyota terus memperluas jangkauan pasar dengan melakukan ekspansi ke kawasan Amerika Latin yang memiliki potensi pertumbuhan besar.
Nandi mengakui bahwa tantangan ekonomi global dan dinamika geopolitik memberikan pengaruh yang nyata bagi keseimbangan pasar. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen Toyota Indonesia untuk terus memacu daya saing di kancah internasional.
“Kita baru awal ini kagetnya banyak, kaget Venezuela, Greenland, Iran, jadi banyak hal mengagetkan jadi geopolitiknya luar biasa, bukan hanya indonesia tapi seluruh keseimbangan ekonomi dunia jadi tantangan,” ujar Nandi.
Menatap masa depan, TMMIN berencana untuk semakin memperkuat penetrasi pada segmen kendaraan A dan B. Langkah strategis ini sangat krusial karena kedua segmen tersebut merupakan kunci pertumbuhan di negara-negara berkembang atau wilayah Global South yang memiliki tingkat kepemilikan kendaraan yang terus meningkat.
“Kita tidak mau berhenti di sana, kita mau mengembangkan kunci segmen, segmen A dan B, kunci global south, negara yang akan berkembang,” pungkasnya.










