Jakarta, Motoris – Harga mobil listrik Toyota bZ4X FWD di Indonesia sangat mahal, Rp 1,19 miliar, lebih mahal dibandingkan Thailand hanya Rp 700 juta dan Jepang, negara asalnya, Rp 600 jutaan sekaligus sang rival Hyundai Ioniq5 Rp 748-859 juta. Seorang senior di Toyota Indonesia membeberkan alasan kenapa hal ini terjadi.
Alasan pertama, tarif bea masuk (BM) impor mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) Thailand 0%, sedangkan Indonesia 5%. Kemudian, tarif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) BEV di Thailand 2%, sedangkan Indonesia 15%.
Alasan lain, pemerintah Thailand memberikan subsidi BEV Rp 63 juta, sedangkan Indonesia kosong. Di Thailand, tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 7%, sedangkan Indonesia 11%.
“Jad, itulah yang membuat harga bZ4X di Thailand dan Indonesia berbeda jauh,” kata dia, dikutip dari akun media sosial Facebook, Jumat (11/11/2022).
Kemudian, dia menyatakan, tarif PPnBM BEV di Indonesia memang sudah 0%. Namun, ini hanya berlaku untuk BEV yang diproduksi di Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 40%, sesuai Permenperin Nomor 6 tahun 2022. Dalam konteks ini, Ioniq 5 dan Wuling Air EV mendapatkan PPnBM 0%, karena dirakit di Cikarang, Jawa Barat, dan memiliki TKDN di atas 40%.
SUB listrik BZ4X lima penumpang memakai baterai lithium-ion berkapasitas 71,4 kWh, dengan jarak tempuh hingga 500 km saat baterai terisi penuh. Tenaga yang dihasilkan mobil ini mencapai 204 HP dan torsi 266 Nm, sehingga 0-100 km/jam ditempuh 8,3 detik dan akselerasi pertengahan 48-90 km/jam 2,9 detik.
Jadi, jelas ya alasan kenapa bX4X mahal. Moga bernamfaat. (gbr)









Discussion about this post