Jakarta, Motoris – Honda secara resmi memperkenalkan PCX160 versi 2026 untuk pasar Jepang dengan sejumlah pembaruan yang tergolong minor. Meskipun masih memegang predikat sebagai skutik premium untuk mobilitas perkotaan besar, langkah Honda kali ini terkesan sangat berhati-hati dalam memberikan inovasi teknis bagi para pecintanya.
Perubahan paling mencolok pada model terbaru ini hanya menyentuh aspek eksterior semata. Honda memberikan penyegaran pada unit lampu depan dengan rakitan baru yang diklaim lebih modern. Selain itu, area lampu rem belakang juga mendapatkan desain ulang dengan komponen pencahayaan yang lebih modis guna mengejar nilai estetika dan visibilitas. Namun, secara garis besar bentuk bodi PCX yang ikonik tetap tidak mengalami evolusi radikal.
Bergeser ke area kemudi, pabrikan hanya menyematkan detail kecil berupa penggunaan penutup setang baru serta perubahan pola dekoratif di sekeliling panel instrumen. Upaya ini dilakukan demi memperkuat kesan mewah pada area kabin yang sering dipandang pengendara. Sayangnya, pembaruan ini terasa kurang menggigit bagi konsumen yang mengharapkan adanya fitur teknologi baru yang lebih fungsional atau revolusioner.
Sektor performa justru tidak mendapatkan sentuhan sama sekali. Honda masih mengandalkan mesin lama yakni jantung pacu 156cc silinder tunggal empat katup dengan teknologi SOHC berpendingin cairan. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimal 15,8 hp pada 8.500 rpm serta torsi puncak 15 Nm pada 6.500 rpm. Tenaga ini dialirkan melalui transmisi otomatis V-belt yang juga tidak mengalami perubahan teknis.
Honda PCX160 2026 hadir dengan empat pilihan warna elegan antara lain Matte Starry Blue Metallic, Pearl Jupiter Gray, Pearl Snowflake White, dan Pearl Magellanic Black.
Dari sisi kaki-kaki, spesifikasinya masih identik dengan model sebelumnya yang menggunakan ban depan 110/70-14 dan ban belakang 130/70-13 dengan sistem pengereman cakram ganda. Di Jepang, motor ini dibanderol seharga 462.000 yen atau setara Rp 48 jutaan, sebuah harga yang cukup tinggi untuk skutik yang hanya mengandalkan penyempurnaan detail kosmetik.










