Jakarta, Motoris – PT Astra Honda Motor (AHM) melaporkan adanya tren positif pada angka penjualan motor di tengah membaiknya perputaran uang di masyarakat khususnya untuk sektor kendaraan roda dua.
Salah satu faktor yang dianggap menjadi mesin penggerak daya beli ini adalah kehadiran berbagai program pemerintah termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Direktur Marketing PT Astra Honda Motor Octavianus Dwi Putro menjelaskan bahwa kebijakan tersebut memberikan dampak nyata pada peredaran uang di tingkat akar rumput.
“Kalau mau jujur, salah satunya dampak MBG. Uang beredar jadi nambah,” kata Octavianus dalam sebuah kesempatan di Jakarta pada Kamis 26 Februari 2026.
Fenomena menarik juga terlihat dari pola konsumsi masyarakat yang mulai menambah koleksi kendaraan di garasi mereka. Konsumen yang sebelumnya hanya memiliki satu motor entry level kini mulai melirik segmen yang lebih tinggi seperti big matic. Hal ini menandakan adanya peningkatan taraf ekonomi atau kebutuhan mobilitas yang lebih spesifik dalam satu rumah tangga.
“Kalau di rumahnya sudah ada Honda BeAT, motor berikutnya biasanya apa? Supra, PCX, atau Stylo,” jelas Octavianus menggambarkan tren pasar saat ini.
Meskipun angka kenaikannya belum mencapai lonjakan drastis, tren harian menunjukkan pertumbuhan yang konsisten jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data wholesales mencatat kenaikan di angka dua hingga tiga persen sementara performa di tingkat retail bahkan tercatat lebih tinggi lagi.
“Sedikit, tapi peningkatannya lumayan, wholesales sekitar 2% sampai 3%. Kalau retail lebih dari itu” tambahnya.
Selain faktor program pemerintah, stabilitas harga komoditas di wilayah Sumatera dan Kalimantan turut menjaga angka penjualan tetap kokoh. Sementara di Pulau Jawa pemulihan sektor manufaktur menjadi angin segar setelah sebelumnya sempat terpuruk. Kondisi industri yang kembali bergairah terlihat dari pabrik-pabrik yang mulai aktif beroperasi kembali.
“Dulu banyak pabrik yang tutup, misalnya tekstil atau garmen. Karyawannya ribuan yang kena layoff. Sekarang beberapa mulai pulih,” pungkas Octavianus.
Ke depan industri otomotif masih mencermati berbagai kebijakan pemerintah lain yang diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di daerah. AHM tetap optimistis bahwa penguatan ekonomi lokal akan terus mendorong pasar kendaraan roda dua di Indonesia.
“Kita tunggu saja realisasinya. Pasti pemerintah punya maksud, tapi tinggal ditunggu implementasinya,” tutupnya.










