Jakarta, Motoris – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat dalam memperkuat fondasi industri semikonduktor nasional. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing manufaktur di tanah air. Salah satu fokus utama saat ini diarahkan pada pengembangan desain chip serta kualitas sumber daya manusia demi menopang sektor otomotif yang kini bertransformasi ke arah elektrikasi.
Komponen semikonduktor memiliki peran yang sangat vital bagi kendaraan modern. Pada tahun 2025 produksi kendaraan bermotor di Indonesia tercatat mencapai angka 803.867 unit. Hal yang menarik adalah kendaraan listrik serta hybrid membutuhkan kandungan semikonduktor hingga tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Kondisi ini menjadikan keberadaan chip sebagai nyawa bagi berbagai fitur teknologi pada mobil masa kini.
“Pengembangan industri semikonduktor nasional tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan ditempuh melalui pendekatan bertahap dan realistis dengan menempatkan pengembangan talenta dan desain chip sebagai langkah utama pada tahap awal.” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip Selasa (3/2/2026).
Saat ini Indonesia sebenarnya telah memiliki fasilitas perakitan serta pengujian yang sudah masuk dalam rantai pasok global. Namun tingkat ketergantungan terhadap impor masih menjadi tantangan strategis yang besar. Berdasarkan data yang ada nilai impor semikonduktor melonjak tajam menjadi 4,87 miliar dolar AS pada periode Januari hingga November 2025 seiring dengan tingginya kebutuhan industri nasional.
“Tingginya ketergantungan impor semikonduktor menjadi sinyal penting bagi ketahanan industri nasional. Kondisi ini perlu direspons melalui penguatan ekosistem dalam negeri, khususnya pada aspek desain chip dan pengembangan kekayaan intelektual, sebagai fondasi awal kemandirian teknologi” ungkap Agus Gumiwang.
Pemerintah juga telah menetapkan roadmap yang mencakup penguatan material dan desain hingga proses pengemasan. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center atau ICDEC sebagai simpul kolaborasi antara pemerintah dan industri serta akademisi.
“Roadmap pengembangan semikonduktor nasional menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengejar investasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah nasional, memperkuat kemandirian teknologi, serta memastikan Indonesia terintegrasi secara berkelanjutan dalam ekosistem semikonduktor dunia” papar Menperin.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan komponen bagi para produsen otomotif di dalam negeri. Dengan ekosistem yang kuat Indonesia berpeluang besar menjadi pemain utama dalam rantai pasok global semikonduktor untuk mendukung tren kendaraan ramah lingkungan yang semakin diminati masyarakat di kota-kota besar.










