Jakarta, Motoris – Pasar sepeda motor lebih rawan bonyok ketimbang mobil, setelah harga bensin naik, 3 September 2022. Kendati begitu, para pemain motor sejauh ini belum merevisi target penjualan 2022, demikian pula dengan pedagang mobil baru.
Padahal, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaksir inflasi September 2022 naik menjadi berkisar 6,6-6.8%, setelah harga bahan bakar minyak (BBM) meliputi Pertalite, solar, dan Pertamax naik.
Macquarie, broker saham asal Australia, menilai, kenaikan harga bensin kemungkinan akan menekan penjualan motor ketimbang mobil. Sebab, motor memiliki eksposur yang sangat kuat ke segmen menengah bawah.
“Untungnya, peningkatan stok chip semikonduktor meningkat. Ini akan mencegah penurunan pasar motor akibat kenaikan harga BBM,” tulis Macquarie dalam catatan harian, Senin (12/9/2022).
Seiring dengan itu, Macquarie mengungkapkan, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mempertahankan target penjualan 2022 berkisar 5,1-5,4 juta unit. Per Juli 2022, penjualan domestik penjualan motor mencapai 2,5 juta unit.
Sementara itu, ekspor motor Juli 2022 mencapai 71 ribu unit, sehingga totalnya mencapai 417 ribu unit. Dengan demikian total penjualan motor mencapai 2,9 juta unit.
Di sisi lain, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesoa (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil 2022 mencapai 900 ribu unit. Hingga Juli 2022, penjualan mobil naik 22% menjadi 561 ribu unit. (gbr)
Discussion about this post