Jakarta, Motoris – BYD mengacak-acak pasar Eropa, sehingga membuat pemain otomotif dan otoritas lokal kecut. Otoritas siap mengambil tindakan keras dengan memberikan tarif impor tinggi mobil listrik Cina, barang yang dibuat BYD.
Di Inggris, penjualan BYD pada September 2026 melonjak 80% menjadi 20 ribu unit, sebuah rekor penjualan bulanan tertinggi. Pangsa pasar pemain EV terbesar dunia ini berbasis di Shenzhen, Cina, ini meraup pangsa pasar 5,76%, sehingga berada di posisi kedua pasar mobil Inggris.
Penjualan secara kuartalan alias Juni-September 2026 juga melesat, didorong peluncuran model baru, terutama PHEV. Mobil BYD terlaris di Inggris adalah Seal U DM-I dan Sealion 7.
“Ini adalah hasil yang luar biasa bagi BYD. Terima kasih kepada seluruh pelanggan dan silakan menikmati BYD untuk penggunaan harian,” ujar Steve Beattie, deputy country manager BYD Inggris, dikutip dari Bodyshop Magazine, Kamis (8/10/2026).
Dia percaya hasil lebih besar akan datang ke depan. BYD sudah melepas Dolphin G untuk bermain di segmen supermini, yang telah meraup order 500 unit sejak dirilis Agustus 2026.
“Selain itu, preorder SUV tujuh penumpang Ti 7 dan pickup Shark juga sangat kuat,” ujar dia.
Sebelumnya, Inggris berniat menaikkan tarif impor mobil listrik Cina demi menyelamatkan manufaktur lokal. Ini akan membuat Inggris seirama dengan negara-negara Uni Eropa. (gbr)










