Jakarta, Motoris – Pemerintah Inggris Raya berniat menaikkan tarif bea masuk (BM) impor mobil listrik (EV) Cina yang bakal mendongkrak harga jual. Ini merupakan ikhtiar untuk melindungi industri dalam negeri.
Business Secretary Inggris Jonathan Reynolds menuturkan, manuver ini dilandasi dugaan pemain Cina membuang barang ke Eropa setelah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sampai saat ini, Inggris memang belum menghajar mobil Cina seperti halnya Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).
The Times menulis sikap Inggris ke mobil Cina berubah, setelah pangsa pasar terus meningkat. Selain itu, pabrikan otomotif Inggris kini mencoba mendapatkan akses ke pasar UE, yang salah satunya bisa didapat jika Inggris keras ke mobil Cina.
Belgia kini meminta Inggris menaikkan tarif impor mobil Cina. Belgia khawatir Inggris menjadi jalur masuk Cina ke pasar mobil Eropa.
“Isu pembatasan mobil Cina masuk kerangka negosiasi Inggris dan UE terkait pembatasan perdagangan mobil di kawasan. Intinya, mobil yang diproduksi di luar UE tidak akan mendapatkan insentif, subsidi, dan prioritas dalam pengadaan transportasi publik,” tulis Car Dealer Magazine, dikutip Selasa (6/10/2026). (gbr)










