Jakarta, Motoris – PT Astra International Tbk (ASII) mencetak laba bersih divisi otomotif dan mobilitas Rp11,4 triliun pada tahun 2025, mandek dari tahun lalu. Ini ditopang kinerja bisnis sepeda motor dan komponen di tengah penurunan penjualan mobil domestik.
Penjualan mobil secara nasional menurun 7% menjadi 804 ribu unit pada tahun 2025, mencerminkan penurunan daya beli pada segmen entry-level. Namun demikian, di tengah persaingan yang semakin ketat, pangsa pasar Astra dapat mencapai 51%.
Tahun lalu, catatan Motoris, pasar mobil digempur merek-merek Cina yang diuntungkan oleh subsidi mobil listrik baterai (BEV) impor. Ini menjadi salah satu faktor penahan kejatuhan penjualan mobil lebih dalam lagi.
Sementara itu, penjualan sepeda motor secara nasional meningkat 1% menjadi 6,4 juta unit pada tahun 2025. Pangsa pasar PT Astra Honda Motor masih tetap stabil sebesar 78%.
Selanjutnya, kontribusi laba bersih bisnis komponen otomotif PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) meningkat sebesar 18% menjadi Rp1,8 triliun pada tahun 2025, dengan peningkatan kontribusi dari semua segmen.
PT Serasi Autoraya, bisnis solusi transportasi dan logistik Grup, mencatat jumlah unit kontrak meningkat 3% menjadi 28.400 unit.
“Adapun OLXmobbi, bisnis mobil bekas Grup, membukukan kenaiikan penjualan 21% menjadi 33.100 unit,” tulis manajemen Astra, dikutip Minggu (1/3/2026). (gbr)









