Jakarta, Motoris – BYD kembali menunjukkan taringnya sebagai raksasa kendaraan listrik global pada ajang IIMS 2026. Perusahaan otomotif asal China ini mempertegas komitmen bisnisnya di tanah air setelah mencatatkan pencapaian luar biasa sepanjang tahun 2025.
Secara global BYD telah memproduksi 15 juta unit kendaraan energi baru dengan total penjualan ekspor melampaui 1 juta unit untuk pertama kalinya.
Eagle Zhao selaku Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia mengungkapkan bahwa tahun 2025 adalah tonggak penting bagi perusahaan yang mencerminkan kematangan strategi global.
“Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi BYD secara global, mencerminkan kematangan strategi yang berangkat dari pengembangan teknologi inti secara berkelanjutan. Penguasaan teknologi inti dan integrasi sistem dari hulu ke hilir, mulai dari platform kendaraan, sistem penggerak, hingga manufaktur, menjadi dasar BYD dalam menghadirkan kendaraan listrik yang aman, andal, dan siap digunakan di pasar internasional termasuk pasar Indonesia. Melalui partisipasi di IIMS 2026, BYD membawa inovasi teknologi global tersebut ke Indonesia sebagai bagian dari perluasan kehadiran BYD dalam roadmap teknologi perusahaan,” ujar Eagle Zhao, Jumat (6/2/2026).
Keberhasilan global tersebut berbanding lurus dengan performa bisnis di Indonesia. BYD sukses membukukan penjualan lebih dari 54.000 unit selama 2025 dan menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar mobil listrik nasional. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh performa kuat berbagai model BYD yang diterima dengan baik oleh konsumen lokal.
Untuk menjaga momentum tersebut BYD berencana memperluas jaringan diler dari wilayah barat hingga timur Indonesia sepanjang tahun 2026. Luther Panjaitan selaku Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia menyebutkan bahwa kepercayaan konsumen terus meningkat.
“Pencapaian BYD di Indonesia mencerminkan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi kendaraan listrik yang matang dan siap digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Indonesia memiliki karakter dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam. Karena itu, BYD membangun kehadirannya secara bertahap dari wilayah barat hingga timur Indonesia, tidak hanya melalui pengembangan jaringan, tetapi juga lewat edukasi berkelanjutan dan kolaborasi dengan mitra lokal. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya BYD untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik yang relevan, inklusif, dan tumbuh bersama masyarakat Indonesia,” kata Luther Panjaitan.
BYD juga memperkenalkan teknologi Megawatt Charging System yang mampu mengisi daya sangat cepat dengan dukungan arsitektur tegangan tinggi hingga 1.000V. Inovasi ini memastikan jajaran produk seperti BYD Seal, Sealion 7, Atto 3, M6, hingga Denza D9 tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat urban di kota-kota besar Indonesia.








