Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI resmi merilis data penjualan sepeda motor domestik sepanjang tahun 2025 dengan pencapaian 6.412.769 unit. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,3 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya, membuktikan bahwa sepeda motor tetap menjadi alat transportasi produktif utama bagi masyarakat Indonesia.
Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menjelaskan bahwa stabilitas pasar motor tahun lalu berkaitan erat dengan pemenuhan kebutuhan transportasi yang efisien. Meskipun daya beli di beberapa wilayah sempat melesu, sepeda motor tetap menjadi pilihan karena fungsinya yang mendukung kegiatan ekonomi harian.
”Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” ujar Sigit, dikutip Kamis (15/1/2025).

Data AISI menunjukkan segmen skutik masih menjadi raja jalanan dengan kontribusi mencapai 91,7 persen dari total penjualan. Selebihnya diisi oleh jenis underbone sebesar 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, sementara sepeda motor listrik masih berada di bawah angka 1 persen.
Kuatnya angka penjualan ini juga didukung oleh peran industri pembiayaan yang mencapai 65 persen dari total pembelian secara kredit. Sigit menyebutkan bahwa masyarakat ekonomi menengah cenderung memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan produktif mereka.
”Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.
Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa yang didorong hasil komoditas positif mampu menutupi penurunan penjualan di Pulau Jawa. Selain pasar domestik, kinerja ekspor motor utuh atau CBU juga membukukan kenaikan dengan total 544.133 unit sepanjang tahun 2025.
Memasuki tahun 2026, AISI memproyeksikan pasar motor domestik akan tetap stabil di angka 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Meski optimis, pelaku industri tetap mewaspadai tantangan seperti pemberlakuan opsen atau pajak tambahan daerah serta kondisi geopolitik global yang memengaruhi daya beli.
”Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” katanya.










